Minuman beralkoholmerusak hatiku
Tn jono (45tahun) datang ke puskesmas mengeluh badannya lemas dan perut terasa tidak nyaman sejak beberapa hari yang lalu. Tn. Jono juga mengeluh nafsu makannya berkurang, cepat lelah dan kadang-kadang merasa mual. Dari hasil pemeriksaan laboratorium (liver fungsi test) diketahui ada peningkatan yang cukup signifikan dari angka normalnya. Saat dilakukan pengkajian fisik oleh Ners Eva, Istri Tn. Jono mengatakan sejak muda suaminya sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
STEP 1
1. Liver Fungsi Test : suatu tes yang digunakan untuk mengukur tingkat enzim didalam darah untuk menunjukkan kerusakan pada hati. Hasil LFT dapat memberi gambaran mengenai jenis penyakit yang menyebabkan kerusakan hati, tetapi tes ini tidak mampu mendiagnosis akibat dari penyakit hati.
2. Alkohol : suatu tes yang digunakan untuk mengukur tingkat enzim didalam darah untuk menunjukkan kerusakan pada hati. Hasil LFT dapat memberi gambaran mengenai jenis penyakit yang menyebabkan kerusakan hati, tetapi tes ini tidak mampu mendiagnosis akibat dari penyakit hati.
STEP 2
1. Apa dampak pengkonsumsia alcohol?
2. Bagaimana proses detoksifikasi di hepar?
3. Sebutkan macam-macam gangguan hati dan penyebabnya!
4. Mengapa mengkonsumsi alcohol menyebabkan nafsu makan berkurang dan mual?
5. Berapa angka normal untuk Liver Fungsi Test?
6. Apa pengobatan farmako dan non-farmakologi untuk gangguan hepar?
7. Apa saja obat-obatan yang bersifat hepatotoksik?
8. Apa tanda dan gejala gangguan hepar?
9. Apa saja fungsi hepar?
10. Berapa batas toleransi kadar alcohol?
11. Bagaimana prosedur pemeriksaan LTF?
12. ASKEP?
13. Apa saja organ tubuh yang rusak akibat konsumsi alcohol?
14. Apa saja komplikasi gangguan hati?
15. Bagaimana mekanisme alcohol merusak hati?
STEP 3
1. Dampak mengkonsumsi alcohol :
hati rusak, ensitif, mual, muntah, BB naik, malnutrisi, sirosis alkoholik, gangguan pencernaan, penurunan penglihatan, menghambat pembentukan trombosit, insomnia, menyebabkan fatty liver, pemarah.
3. Macam-macam gangguan hati dan penyebabnya :
Hepatitis karena virus
Sirosis karena alkoholik
Batu empedu karena penimbunan kolesterol
Kanker hati : primer (menyerang hepar), sekunder (menyerang paru-paru dan hepar), tersier (menyerang hypothalamus).
4. Konsumsi alcohol menyebakan nafsu makan berkurang dan mual :
Etanol menyebabkan pusing, mual, alcohol energinya kosong sedangkan untuk memecah butuuh energy yang banyak.
6. Pengobatan farmakologi dan non-farmakologi :
Non-farmakologi :
Senam
Tidak boleh makan lemak yang banyak
Banyak minum air putih
7. Obat-obatan bersifat hepatotoksik :
Obat-obatan yang bersifat hepatotoksiik adalah obat yang dikonsumsi secara berlebihan. Apakah hepatotoksik : adalah semua obat-obatan yang dikonsumsi berlebihan berlebihan / yang metabolismenya di hepar saja?
8. Tanda dan gejala gangguan hepar :
Jaundice (kekuningan), asites, warna feces pucat, urin coklat seperti the, nyeri abdomen, muntah darah, edema, pembesaran hati, gatal-gatal, penurunan berat badan.
9. Fungsi hepar :
- pembentukan dan sekresi empedu
- metabolism karbohidrat
- metabolism protein, meliputi sintesis protein menjadi urea
- metabolism lemak, meliputi sintesis lemak menjadi kolesterol
- menyimpann vitamin yang larut dalam lemak
- menyimpan mineral
- menyaring darah
- daur ulang trombosit
- mengubah provitamin A menjadi vitamin A
- sel kuffer → fagositosis
- mereproduksi bilirubin dan biliverdin
- detoksifikasi racun
13. Organ tubuh yang rusak akibat konsumsi alcohol :
- otak → sel otak rusak
- paru-paru → menghambaat protein
- hati →kerja hati lebih berat
- lambung → ekskresi HCl meningkat
- pancreas → mengurangi jumlah enzim
14. Komplikasi gangguan hati :
- hepatocephalopathy
- encepalopaty
- pendarahan gastrointestinal
STEP 4 SKEMA
STEP 5
2. Bagaimana proses detoksifikasi di hepar?
3. Sebutkan macam-macam gangguan hati dan penyebabnya!
5. Berapa angka normal untuk Liver Fungsi Test?
6. Apa pengobatan farmako dan non-farmakologi untuk gangguan hepar?
7. Apa yang dimaksud obat-obatan yang bersifat hepatotoksik?
8. Apa tanda dan gejala gangguan hepar?
10. Berapa batas toleransi kadar alcohol?
11. Bagaimana prosedur pemeriksaan LTF?
12. ASKEP?
14. Apa saja komplikasi gangguan hati?
15. Bagaimana mekanisme alcohol merusak hati?
Monday, October 11, 2010
LBM 1- TERMOREGULASI (2)
Step 7
1. Bagaimana cara kerja obat antipiretik dan manfaatnya?
•Cara kerja : menghambat enzim siklooksigenase (COX 2), dapat memproduksi leukotrien, sehingga produksi prostaglandin turun, (dimana prostaglandin dapat meningkatkan set point thermoregulasi di hipotalamus sehingga suhu tubuh naik dan menyebabkan demam).
•Manfaat obat antipiretik : mempunyai efek antiinflamasi karena merrupakan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drug), menurunkan suhu tubuh.
•Efek samping obat antipiretik :
-Efek samping penggunaan NSAID : gangguan lambung, gangguan kulit, dan gangguan darah pada pembekuan darah.
-Penggunaan paracetamol yang lama / berlebih dapat menyebabkan hepatotoksik.
-Efek antiaregrasi pada penggunaan aspirin dapat dipakai sebagai obat kardiovaskuler.
-Pada asetosal dapat menyebabkan pseudoalergi (aspirin asma).
-Penggunaan NSAID yang lama dapat menyebabkan penurunan renal blood flow, menyebabkan gagal ginjal.
2. Apa pengertian thermoregulasi dan contoh – contohnya?
Thermoregulasi : suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditolerir.
Contoh – contoh :
Demam : suhu tubuh di atas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat penaturan suhu, penyakit – penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi.
Hipotermia : disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan cuaca dingin. Seseorang yang terpapar air es selama kira – kira 20 sampai 30 menit biasanya mati karena henti jantung atau fibrilasi jantung, kecuali bila diobati dengan segera.
Serangan demam (heat stroke) : terjadi apabila temperature tubuh meningkat melebihi temperature kritis, dalam rentang 1060 – 1080 F, dapat mengalami serangan panas.
3. Di Bagaimana konsep pengaturan suhu tubuh, jelaskan, dan apa saja organ yang berperan?
Suhu tubuh diatur hamper seluruhnya oleh mekanisme umpan balik syaraf, dan hamper semua mekanisme ini bekerja melalui pusat pengaturan suhu yang terletak pada hipotalamus. Akan tetapi, agar mekanisme umpan balik ini bekerja, juga harus terdapat detector suhu untuk menentukan bila suhu tubuh menjadi terlalu panas atau terlalu dingin.
Beberapa dari reseptor tersebut adalah reseptor suhu. Mungkin reseptor suhu yang paling penting untuk mengatur suhu tubuh adalah banyak neuron peka-panas khusus yang terletak pada area preoptika hipotalamus. Neuron ini meningkatkan pengeluaran implus bla suhu meningkat dan mengurangi impuls yang keluar bila suhu turun. Kecepatan cetusan kadang-kadang meningkat sebanyak 10 kali pada peningkatan suhu tubuh sebesar 10%.
4. Apa perbedaan deman hyperthermia dan hiperpereksia?
•Hipertermia : situasi dimana suhu tubuh melebihi set point. Disebabkan ooleh kondisi tubuh / eksternal yang menimbulkan panas berlebihan jika dibandingkan kemamppuan tubuh untuk menghilangkan panas, seperti terjadi heat stroke (terjadi apabila temperature tubuh meningkat melebihi temperature kritis / set point, dalam rentang 41,1 – 42,2 derajat selsius. Ditandai gejala pening, perut tidak enak kadang dengan muntah, kadang delirium, dan akhirnya hilang kesadaran jika panas tidak segea turun.
•Hiperpereksia : terjadinya peningkatan set point temperature tubuh sehingga set point berada pada tingkatan yang lebih tinggi, temperature di atas 38 derajat selsius sebagai respon tubuh yang terorganisasi terhadap penyakit.
5. Bagaimana cara mencegah gangguan thermoregulasi?
Mencegah Hipotermi:
a.Pada Infant :
-Pada bayi BBLR dan premature dihangatkan dengan incubator.
-Bayi baru lahir di lap dengan kain saja, tidak boleh dimandikan.
-Box bayi dibuat hangat.
-Memberi asi → metabolism → produksi panas.
-Diberi penutup kepala dan selimut yang diseterika
-Dengan metode kangguru.
b.Dewasa :
-Mengganti pakaian basah dengan pakaian yang kering
-Menghindari alcohol dan kafein → vasodilatasi → pembuluh darah melebar → melepaskan panas.
Mencegah hipertermia :
-Mencegah dehidrasi
-Menghindari nikotin → vasokonstriiksi.
-Menghindari berpakaian secara berlebihan (dobel-dobel).
-Menghindari kerja keras di tempat yang panas.
-Menghindari berpergian di saat cuaca panas.
-Mengatur suhu ruangan.
Kenapa ketika musim dingin, orang barat mengkonsumsi alcohol dengan alas an untuk menghangatkan tubuhnya. Sedangkan alcohol merupakan vasodilator yang tidak boleh diberikan kepada penderita hipotermi.
Jawab : Alkohol yang bersifat vasodilator itu dapat memperlebar pembuluh darah, dimana darah yang notabene hangat) dapat mengalir ke perifer dan member rasa hangat → ini hanya dapat diterapkan pada orang yang bersuhu normal. (bukan penderita hipotermi).
6. Bagaimana penanganan farmakologi pada hipotermia?
Belum ada, penanganan dengan nonfarmakologi.
7. ASKEP ?
• Pengkajian :
-Inspeksi dan palpasi kulit untuk mengetahui suhu, kelembapan, dan turgor.
-Inspeksi kondisi mukosa mulut untuk adanya penebalan, lesi, dan penurunan saiva.
-Tanyakan apakah klien mengalami sakit kepala, mialgia, menggigil, mual, kelemahan, kelelahan, kehilangan selera makan, atau fotofobia.
-Catat muntah dan diare.
-Observasi perubahan perilaku seperti bingung, disorientasi dan kegelisahan.
• Diagnosa keperawatan :
-Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
-Tidak toleran terhadap aktivitas berhubungan dengan penurunan energy cadangan.
-Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolism.dengan peningkatan metaboisme.
-Nyeri berhubungan dengan demam.
• NIC
Risk for imbalanced body temperature
Suggested NIC :
•Cereberal edema management
•Enviroment management
•Enviroment management : comfort
•Fever treatment
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Malignant hypertermia precaution
•Postanesthesia care
•Temperature regulation
•Temperature regulation : intraoperative
Vital sign monitoring Additional optional intervention
Bathing
Energy management
Heat/cold application
Hemodynamic regulation
Kangaroo care
Medication management
Nutrition management
Rescucitation neonate
Blood product administration
Skin surveillance
Surveillance
Ineffective thermoregulation
Suggested NIC :
•Bathing
•Enviroment management
•Fever treatment
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Hemodynamic regulation
•Temperature regulation
•Temperature regulation : intraoperative
•Vital sign monitoring
Additional optional intervention
Anxiety reduction
Blood product administration
Medication administration
Peripherally inserted central (PIC) catheter care
Phelebotomy : arterial blood sampel
Hypothermia
Suggested NIC :
•Circulatory care
•Ciculatory precaution
•Electrolyte monitoring
•Enviroment management
•Fluid/electrolyte management
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Hemodynamic regulation
•Hypothermia treatment
•Oxygen theraphy
•Respiratory monitoring
Shock management
Shock prevention
Surveillance safety
Temperature regulation
Temperature regulation : intraoperative
Vital sign monitoring
Additional optional intervention
Heat/cold application
Shock management : cardiac
Shock management : vasogenic
Peripherally inserted central (PIC) catheter care
Total Pareneral nutrition (TPN) administration
• NOC
Thermoregulasi seimbang.
8. Apa perbedaan demam intermiten, remiten, dan continue?
•Demam intermiten : selang seling, siang dan sore suhu normal, sedangkan malam hari panas.
Contoh : Tifus. Karakteristiknya pada minggu pertama, panas hanya pada malam hari, siang, dan sore penderita merasa sehat. Pada minggu kedua, panas dari pagi sampai malam. Pada minggu ketiga, terjadi penyembuhan dan panas akan segera turun atau dapat menyebabkan komplikasi fatal.
Penyebab tifus adalah salmonella thypus dan parathypi, yang masuk melalui makanan.
•Remiten : suhunya naik turun → ke shu normal.
•Continue : suhu tubuh terus – menerus tinggi.
1. Bagaimana cara kerja obat antipiretik dan manfaatnya?
•Cara kerja : menghambat enzim siklooksigenase (COX 2), dapat memproduksi leukotrien, sehingga produksi prostaglandin turun, (dimana prostaglandin dapat meningkatkan set point thermoregulasi di hipotalamus sehingga suhu tubuh naik dan menyebabkan demam).
•Manfaat obat antipiretik : mempunyai efek antiinflamasi karena merrupakan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drug), menurunkan suhu tubuh.
•Efek samping obat antipiretik :
-Efek samping penggunaan NSAID : gangguan lambung, gangguan kulit, dan gangguan darah pada pembekuan darah.
-Penggunaan paracetamol yang lama / berlebih dapat menyebabkan hepatotoksik.
-Efek antiaregrasi pada penggunaan aspirin dapat dipakai sebagai obat kardiovaskuler.
-Pada asetosal dapat menyebabkan pseudoalergi (aspirin asma).
-Penggunaan NSAID yang lama dapat menyebabkan penurunan renal blood flow, menyebabkan gagal ginjal.
2. Apa pengertian thermoregulasi dan contoh – contohnya?
Thermoregulasi : suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditolerir.
Contoh – contoh :
Demam : suhu tubuh di atas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat penaturan suhu, penyakit – penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi.
Hipotermia : disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan cuaca dingin. Seseorang yang terpapar air es selama kira – kira 20 sampai 30 menit biasanya mati karena henti jantung atau fibrilasi jantung, kecuali bila diobati dengan segera.
Serangan demam (heat stroke) : terjadi apabila temperature tubuh meningkat melebihi temperature kritis, dalam rentang 1060 – 1080 F, dapat mengalami serangan panas.
3. Di Bagaimana konsep pengaturan suhu tubuh, jelaskan, dan apa saja organ yang berperan?
Suhu tubuh diatur hamper seluruhnya oleh mekanisme umpan balik syaraf, dan hamper semua mekanisme ini bekerja melalui pusat pengaturan suhu yang terletak pada hipotalamus. Akan tetapi, agar mekanisme umpan balik ini bekerja, juga harus terdapat detector suhu untuk menentukan bila suhu tubuh menjadi terlalu panas atau terlalu dingin.
Beberapa dari reseptor tersebut adalah reseptor suhu. Mungkin reseptor suhu yang paling penting untuk mengatur suhu tubuh adalah banyak neuron peka-panas khusus yang terletak pada area preoptika hipotalamus. Neuron ini meningkatkan pengeluaran implus bla suhu meningkat dan mengurangi impuls yang keluar bila suhu turun. Kecepatan cetusan kadang-kadang meningkat sebanyak 10 kali pada peningkatan suhu tubuh sebesar 10%.
4. Apa perbedaan deman hyperthermia dan hiperpereksia?
•Hipertermia : situasi dimana suhu tubuh melebihi set point. Disebabkan ooleh kondisi tubuh / eksternal yang menimbulkan panas berlebihan jika dibandingkan kemamppuan tubuh untuk menghilangkan panas, seperti terjadi heat stroke (terjadi apabila temperature tubuh meningkat melebihi temperature kritis / set point, dalam rentang 41,1 – 42,2 derajat selsius. Ditandai gejala pening, perut tidak enak kadang dengan muntah, kadang delirium, dan akhirnya hilang kesadaran jika panas tidak segea turun.
•Hiperpereksia : terjadinya peningkatan set point temperature tubuh sehingga set point berada pada tingkatan yang lebih tinggi, temperature di atas 38 derajat selsius sebagai respon tubuh yang terorganisasi terhadap penyakit.
5. Bagaimana cara mencegah gangguan thermoregulasi?
Mencegah Hipotermi:
a.Pada Infant :
-Pada bayi BBLR dan premature dihangatkan dengan incubator.
-Bayi baru lahir di lap dengan kain saja, tidak boleh dimandikan.
-Box bayi dibuat hangat.
-Memberi asi → metabolism → produksi panas.
-Diberi penutup kepala dan selimut yang diseterika
-Dengan metode kangguru.
b.Dewasa :
-Mengganti pakaian basah dengan pakaian yang kering
-Menghindari alcohol dan kafein → vasodilatasi → pembuluh darah melebar → melepaskan panas.
Mencegah hipertermia :
-Mencegah dehidrasi
-Menghindari nikotin → vasokonstriiksi.
-Menghindari berpakaian secara berlebihan (dobel-dobel).
-Menghindari kerja keras di tempat yang panas.
-Menghindari berpergian di saat cuaca panas.
-Mengatur suhu ruangan.
Kenapa ketika musim dingin, orang barat mengkonsumsi alcohol dengan alas an untuk menghangatkan tubuhnya. Sedangkan alcohol merupakan vasodilator yang tidak boleh diberikan kepada penderita hipotermi.
Jawab : Alkohol yang bersifat vasodilator itu dapat memperlebar pembuluh darah, dimana darah yang notabene hangat) dapat mengalir ke perifer dan member rasa hangat → ini hanya dapat diterapkan pada orang yang bersuhu normal. (bukan penderita hipotermi).
6. Bagaimana penanganan farmakologi pada hipotermia?
Belum ada, penanganan dengan nonfarmakologi.
7. ASKEP ?
• Pengkajian :
-Inspeksi dan palpasi kulit untuk mengetahui suhu, kelembapan, dan turgor.
-Inspeksi kondisi mukosa mulut untuk adanya penebalan, lesi, dan penurunan saiva.
-Tanyakan apakah klien mengalami sakit kepala, mialgia, menggigil, mual, kelemahan, kelelahan, kehilangan selera makan, atau fotofobia.
-Catat muntah dan diare.
-Observasi perubahan perilaku seperti bingung, disorientasi dan kegelisahan.
• Diagnosa keperawatan :
-Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
-Tidak toleran terhadap aktivitas berhubungan dengan penurunan energy cadangan.
-Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolism.dengan peningkatan metaboisme.
-Nyeri berhubungan dengan demam.
• NIC
Risk for imbalanced body temperature
Suggested NIC :
•Cereberal edema management
•Enviroment management
•Enviroment management : comfort
•Fever treatment
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Malignant hypertermia precaution
•Postanesthesia care
•Temperature regulation
•Temperature regulation : intraoperative
Vital sign monitoring Additional optional intervention
Bathing
Energy management
Heat/cold application
Hemodynamic regulation
Kangaroo care
Medication management
Nutrition management
Rescucitation neonate
Blood product administration
Skin surveillance
Surveillance
Ineffective thermoregulation
Suggested NIC :
•Bathing
•Enviroment management
•Fever treatment
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Hemodynamic regulation
•Temperature regulation
•Temperature regulation : intraoperative
•Vital sign monitoring
Additional optional intervention
Anxiety reduction
Blood product administration
Medication administration
Peripherally inserted central (PIC) catheter care
Phelebotomy : arterial blood sampel
Hypothermia
Suggested NIC :
•Circulatory care
•Ciculatory precaution
•Electrolyte monitoring
•Enviroment management
•Fluid/electrolyte management
•Fluid management
•Fluid monitoring
•Hemodynamic regulation
•Hypothermia treatment
•Oxygen theraphy
•Respiratory monitoring
Shock management
Shock prevention
Surveillance safety
Temperature regulation
Temperature regulation : intraoperative
Vital sign monitoring
Additional optional intervention
Heat/cold application
Shock management : cardiac
Shock management : vasogenic
Peripherally inserted central (PIC) catheter care
Total Pareneral nutrition (TPN) administration
• NOC
Thermoregulasi seimbang.
8. Apa perbedaan demam intermiten, remiten, dan continue?
•Demam intermiten : selang seling, siang dan sore suhu normal, sedangkan malam hari panas.
Contoh : Tifus. Karakteristiknya pada minggu pertama, panas hanya pada malam hari, siang, dan sore penderita merasa sehat. Pada minggu kedua, panas dari pagi sampai malam. Pada minggu ketiga, terjadi penyembuhan dan panas akan segera turun atau dapat menyebabkan komplikasi fatal.
Penyebab tifus adalah salmonella thypus dan parathypi, yang masuk melalui makanan.
•Remiten : suhunya naik turun → ke shu normal.
•Continue : suhu tubuh terus – menerus tinggi.
LBM 1- TERMOREGULASI (1)
Suhu tubuh anakku naik turun , kenapa ners?
Ibu Yeny menghawatirkan keadaan anaknya , Toni ( usia )3 bulan
Yang sudah 3 hari ini mengalami peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 380 C kemudian diberi obat antipiretik.Beberapa waktu kemudian suhunya menurun sampai di bawah 360 C, sehingga tubuh teraba dingin . Pada saat suhu rendah anak Toni dihangatkan dengan selimut. Setelah beberapa jam suhu naik lagi mencapai 380 C . Keadaan ini akan berulang apabila di beri antipiretik. Ibu Yeny kemudian membawa anaknya ke Ners Tety dan Ners Tety mengidentifikasi adanya gangguan termoregulasi pada bayi Toni.
STEP 1
1. Antipiretik
Obat – obat yang dapat menurunkan set point dalam hipotalamus
2. Termoregulasi
Kemampuan mempertahankan suhu tubuh dan lingkungan sampai pada rentang tubuh
STEP 2
1. Bagaimana cara kerjanya , efek samping dan mafaat dari obat antipiretik ?
2. Apa saja fakyor yang mempengaruhi suhu tubuh ?
3. Jelaskan pengertian termoregulasi berserta contoh – contohnya ?
4. Bagaimana suhu tubuh normal pada rentang usia ?
5. Konsep dari pengaturan suhu tubuh ?
6. Bagaimana perbedaan antara hiperpireksia dan hipertermia ?
7. Bagaiman cara melakukan pencegaha terhadap gangguan termoregulasi?
8. Bagaimana tanda dan gejala gangguan termoregulasi ?
9. Sebutkan cara penanganan baik secara farmakologi maupun non farmakologi ?
10. Asuhan keperawatanya ?
11. Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh terhadap penurunan dan kenaikan suhu tubuh ?
12. Jelaskan perbedaan dari intermiten , nemiten , termiten , countinue , infektif termoregulasi?
STEP 3
1. Bagaimana cara kerjanya , efek samping dan mafaat dari obat antipiretik ?
2. Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh ?
•Umur
•Suhu lingkungan
•Alcohol
•Gangguan hipotalamus
•Dehidrasi
•Infeksi
•Stress
•Tepid sponging
•Malnutrisi
•Trauma
3. Pengertian termoregulasi berserta contoh – contohnya ?
a)Hipotermia : penurunan temperature tubuh
b)Hipertermi : ketidak seimbangan tubuh dalam melepaskan panas
4. Suhu tubuh normal pada rentang usia ?
•Bayi baru lahir : 37 0 – 37,50 C
•Umur 3 tahun : 36,90 – 37,5 0C
•Umur 10 tahun : 36,30 – 370 C
•Umur 16 tahun : 36,40 - 37,50 C
•dewasa : 360 – 370 C
•Usila : 35,90 – 36,30 C
5. Konsep dari pengaturan suhu tubuh serta organ yang berperan di dalamnya ?
a)Pada kulit terdapat reseptor perifer yang akan menangkap suhu tubuh ,bila suhu tubuh rendah maka hipotalamus posteriol akan menaikan suhu tubuh di mana suhu yang meningkat di salurkan ke hipotalamus sehingga tubuh akan merespon dengan vasedilatasi untuk menurunkan suhu tubuh dan vasekontrisi menyebabkan rambut berdiri tegak
6. Perbedaan antara hiperpireksia dan hipertermia ?
a)Fever ( hiperpireksia )
Peningkatan set point tubuh di atas 380 C
b)Hipertermia
Peningkatan melebihin set point 41,10- 42,20C
7. Bagaiman cara melakukan pencegaha terhadap gangguan termoregulasi?
8. Tanda dan gejala gangguan termoregulasi
a) Hipertermi
•Suhu tubuh lebih besar 37,50C
•Frekuensi pernapasan 60 kali permenit
•Mengakibatkan lemas , kejang , lemah
b) Hipotermi
•Suhu badan di bawah normal
•Katagori temperature ringan 320C – 350 C berakibat menggigil , mati rasa , kecepatan jantung meningkat
•Katagori temperatur sedang 280 C – 320 C mengakibatkan kecepatan jantung menurun
•Katagori temperatur berat kurang dari 280C mengakibatkan tidak sadar
9. Cara penanganan baik secara farmakologi maupun non farmakologi ?
a) Farmakologi untuk hipertermi
•Aspirin
Menyebabkan pendarahan pada saluran percernaan
•Ibuprofen
Tidak di berikan pada anak di bawah usia 12 tahun
10. Asuhan keperawatanya ?
11. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap penurunan dan kenaikan suhu tubuh ?
a) Mekanisme penurunan temperature tubuh bila tubuh terlalu panas
•Vasodilatasi
Pembuluh darah berdilatasi dengan kuat di sebabkan hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi , di mana perpindahan panas ke kulit kecepatanya delapan kali lebih cepat
•Berkeringat
Di mana jika temperature tubuh meningkat 10C mebuat tubuh kita kecep[atan metabolism basal 10 kali lebih cepat paada pembentukan panas
•Penurunan Pembentukan panas
Mekanisme yang menyebabkan pembentukan panas berlebihan seperti menggigil di hambat
b) Mekanisme kenaikan temperature tubuh bila terlalu dingin
•Vasokontriksi
Adanya rangsangan pusat simpati hipotalamus posterior
•Piloereksi
Rangsangan simpatis menyebabkan otot arektor pili yang melekat ke folikel rambut berkontraksi sehingga rambut berdiri tegak
•Peninglkatan Pembentukan peningkatan panas
Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat dengan cara menggigil ,rangsangan simpatis pembentukan panas ,sekresi tiroksi
12. Jelaskan perbedaan dari intermiten , nemiten , termiten , countinue , infektif termoregulasi?
Ibu Yeny menghawatirkan keadaan anaknya , Toni ( usia )3 bulan
Yang sudah 3 hari ini mengalami peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 380 C kemudian diberi obat antipiretik.Beberapa waktu kemudian suhunya menurun sampai di bawah 360 C, sehingga tubuh teraba dingin . Pada saat suhu rendah anak Toni dihangatkan dengan selimut. Setelah beberapa jam suhu naik lagi mencapai 380 C . Keadaan ini akan berulang apabila di beri antipiretik. Ibu Yeny kemudian membawa anaknya ke Ners Tety dan Ners Tety mengidentifikasi adanya gangguan termoregulasi pada bayi Toni.
STEP 1
1. Antipiretik
Obat – obat yang dapat menurunkan set point dalam hipotalamus
2. Termoregulasi
Kemampuan mempertahankan suhu tubuh dan lingkungan sampai pada rentang tubuh
STEP 2
1. Bagaimana cara kerjanya , efek samping dan mafaat dari obat antipiretik ?
2. Apa saja fakyor yang mempengaruhi suhu tubuh ?
3. Jelaskan pengertian termoregulasi berserta contoh – contohnya ?
4. Bagaimana suhu tubuh normal pada rentang usia ?
5. Konsep dari pengaturan suhu tubuh ?
6. Bagaimana perbedaan antara hiperpireksia dan hipertermia ?
7. Bagaiman cara melakukan pencegaha terhadap gangguan termoregulasi?
8. Bagaimana tanda dan gejala gangguan termoregulasi ?
9. Sebutkan cara penanganan baik secara farmakologi maupun non farmakologi ?
10. Asuhan keperawatanya ?
11. Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh terhadap penurunan dan kenaikan suhu tubuh ?
12. Jelaskan perbedaan dari intermiten , nemiten , termiten , countinue , infektif termoregulasi?
STEP 3
1. Bagaimana cara kerjanya , efek samping dan mafaat dari obat antipiretik ?
2. Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh ?
•Umur
•Suhu lingkungan
•Alcohol
•Gangguan hipotalamus
•Dehidrasi
•Infeksi
•Stress
•Tepid sponging
•Malnutrisi
•Trauma
3. Pengertian termoregulasi berserta contoh – contohnya ?
a)Hipotermia : penurunan temperature tubuh
b)Hipertermi : ketidak seimbangan tubuh dalam melepaskan panas
4. Suhu tubuh normal pada rentang usia ?
•Bayi baru lahir : 37 0 – 37,50 C
•Umur 3 tahun : 36,90 – 37,5 0C
•Umur 10 tahun : 36,30 – 370 C
•Umur 16 tahun : 36,40 - 37,50 C
•dewasa : 360 – 370 C
•Usila : 35,90 – 36,30 C
5. Konsep dari pengaturan suhu tubuh serta organ yang berperan di dalamnya ?
a)Pada kulit terdapat reseptor perifer yang akan menangkap suhu tubuh ,bila suhu tubuh rendah maka hipotalamus posteriol akan menaikan suhu tubuh di mana suhu yang meningkat di salurkan ke hipotalamus sehingga tubuh akan merespon dengan vasedilatasi untuk menurunkan suhu tubuh dan vasekontrisi menyebabkan rambut berdiri tegak
6. Perbedaan antara hiperpireksia dan hipertermia ?
a)Fever ( hiperpireksia )
Peningkatan set point tubuh di atas 380 C
b)Hipertermia
Peningkatan melebihin set point 41,10- 42,20C
7. Bagaiman cara melakukan pencegaha terhadap gangguan termoregulasi?
8. Tanda dan gejala gangguan termoregulasi
a) Hipertermi
•Suhu tubuh lebih besar 37,50C
•Frekuensi pernapasan 60 kali permenit
•Mengakibatkan lemas , kejang , lemah
b) Hipotermi
•Suhu badan di bawah normal
•Katagori temperature ringan 320C – 350 C berakibat menggigil , mati rasa , kecepatan jantung meningkat
•Katagori temperatur sedang 280 C – 320 C mengakibatkan kecepatan jantung menurun
•Katagori temperatur berat kurang dari 280C mengakibatkan tidak sadar
9. Cara penanganan baik secara farmakologi maupun non farmakologi ?
a) Farmakologi untuk hipertermi
•Aspirin
Menyebabkan pendarahan pada saluran percernaan
•Ibuprofen
Tidak di berikan pada anak di bawah usia 12 tahun
10. Asuhan keperawatanya ?
11. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap penurunan dan kenaikan suhu tubuh ?
a) Mekanisme penurunan temperature tubuh bila tubuh terlalu panas
•Vasodilatasi
Pembuluh darah berdilatasi dengan kuat di sebabkan hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi , di mana perpindahan panas ke kulit kecepatanya delapan kali lebih cepat
•Berkeringat
Di mana jika temperature tubuh meningkat 10C mebuat tubuh kita kecep[atan metabolism basal 10 kali lebih cepat paada pembentukan panas
•Penurunan Pembentukan panas
Mekanisme yang menyebabkan pembentukan panas berlebihan seperti menggigil di hambat
b) Mekanisme kenaikan temperature tubuh bila terlalu dingin
•Vasokontriksi
Adanya rangsangan pusat simpati hipotalamus posterior
•Piloereksi
Rangsangan simpatis menyebabkan otot arektor pili yang melekat ke folikel rambut berkontraksi sehingga rambut berdiri tegak
•Peninglkatan Pembentukan peningkatan panas
Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat dengan cara menggigil ,rangsangan simpatis pembentukan panas ,sekresi tiroksi
12. Jelaskan perbedaan dari intermiten , nemiten , termiten , countinue , infektif termoregulasi?
Tuesday, October 5, 2010
Proses Keperawatan : Diagnosa Keperawatan
A. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Arti: pernyataan yang menguraikan respon actual / potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawat mempunyai izin dan berkompeten untuk mengatasinya.
Kelompok data yang sudah didapat dari pengkajian merupakan batasan karakteristik untuk menentukan kategori diagnose keperawatan yang actual maupun potensial.
Perumusan Diagnosa Keperawatan:
Didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien.
Label diagnostic adalah kategori yang telah disetujuui oleh NANDA.
Factor yang berhubungan adalah kondisi / etiologi yang mempengaruhi respon actual / potensial klien yang dapat berubah oleh intervensi keperawatan.
Data Pengkajian dan Pernyataan diagnostic
Data pengkajian harus mendukung label diagnostic
Factor yang berhubungan harus mendukung etiologi.
Perbedaan diagnose keperawatan dan diagnose medis
Diagnose keperawatan
- Mencerminkan tingkat kesehatan / respon terhadap penyakit / patologis, status emosional, fenomena social-kultural, atau tahap perkembangan
- Focus pada mendefinisikan kebuthan keperawatan dari klien.
- Data dasar global da mencakup pengkajian dari fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual klien.
- Tujuan dan sasaran untuk mengarahkan rencana asuhan untuk beradaptasi terhadap penyakit dan menghilangkan masalah keperawatan.
Diagnosa medis
- Mengidentifikasi status penyakit spesifik
- Focus medis adalah diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit.
- Data dasar mencakup system fisiologis dan personal serta system social
- Tujuan dan sasaran untuk identifikasi dan merancang rencana pengobatan untuk penyembuhan.
Tipe diagnose keperawatan
Actual :
- Penilaian kinis harus divalidasi oleh perawat
- ada batasan karakteristik mayor. Mis: Anxietas
Risk (Resiko)
- Klien lebih rentan mengalami masalah disbanding yang lain pada situasi yang sama. belum terjadi, potensial terjadi. Mis: Resiko infeksi
Wellness (kesejahteraan)
- Penilaian klinis, transisi tingkat kesejahteraan. mis:keefektifan pembarian ASI
Sindrom : kumpulan beberapa diagnose. Terdiri dari DX actual atau resiko. Mis: sindrom trauma perkosaan (kumpulan dari dx takut, anxietas dll)
Tipe pernyataan NDx:
One part statement: Dx kesejahteraan dan Dx syndrome
Two part statement : Dx risiko, Dx actual
Three part statement : dx actual, PES (Problem. Etiology. Symptom)
Langkah – langkah:
Definis DX leperawatan (P) : ientifikasi sesuatu yang tidak sesuai. Jelas, pernyataan singkat tentang masalah
Batasan karakteristik (S) : identifikasi data subyektif, obyektif sebagai tanda sari masalah keperawatan. Definisi karakteristik
- Actual : tanda dan gejala, resiko : mempunyai factor resiko.
Faktor yang berhubungan (E) : identifikasi factor –faktor yang mendukung masalah / respon. Factor penyebab atau pendukung
Arti: pernyataan yang menguraikan respon actual / potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawat mempunyai izin dan berkompeten untuk mengatasinya.
Kelompok data yang sudah didapat dari pengkajian merupakan batasan karakteristik untuk menentukan kategori diagnose keperawatan yang actual maupun potensial.
Perumusan Diagnosa Keperawatan:
Didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien.
Label diagnostic adalah kategori yang telah disetujuui oleh NANDA.
Factor yang berhubungan adalah kondisi / etiologi yang mempengaruhi respon actual / potensial klien yang dapat berubah oleh intervensi keperawatan.
Data Pengkajian dan Pernyataan diagnostic
Data pengkajian harus mendukung label diagnostic
Factor yang berhubungan harus mendukung etiologi.
Perbedaan diagnose keperawatan dan diagnose medis
Diagnose keperawatan
- Mencerminkan tingkat kesehatan / respon terhadap penyakit / patologis, status emosional, fenomena social-kultural, atau tahap perkembangan
- Focus pada mendefinisikan kebuthan keperawatan dari klien.
- Data dasar global da mencakup pengkajian dari fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual klien.
- Tujuan dan sasaran untuk mengarahkan rencana asuhan untuk beradaptasi terhadap penyakit dan menghilangkan masalah keperawatan.
Diagnosa medis
- Mengidentifikasi status penyakit spesifik
- Focus medis adalah diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit.
- Data dasar mencakup system fisiologis dan personal serta system social
- Tujuan dan sasaran untuk identifikasi dan merancang rencana pengobatan untuk penyembuhan.
Tipe diagnose keperawatan
Actual :
- Penilaian kinis harus divalidasi oleh perawat
- ada batasan karakteristik mayor. Mis: Anxietas
Risk (Resiko)
- Klien lebih rentan mengalami masalah disbanding yang lain pada situasi yang sama. belum terjadi, potensial terjadi. Mis: Resiko infeksi
Wellness (kesejahteraan)
- Penilaian klinis, transisi tingkat kesejahteraan. mis:keefektifan pembarian ASI
Sindrom : kumpulan beberapa diagnose. Terdiri dari DX actual atau resiko. Mis: sindrom trauma perkosaan (kumpulan dari dx takut, anxietas dll)
Tipe pernyataan NDx:
One part statement: Dx kesejahteraan dan Dx syndrome
Two part statement : Dx risiko, Dx actual
Three part statement : dx actual, PES (Problem. Etiology. Symptom)
Langkah – langkah:
Definis DX leperawatan (P) : ientifikasi sesuatu yang tidak sesuai. Jelas, pernyataan singkat tentang masalah
Batasan karakteristik (S) : identifikasi data subyektif, obyektif sebagai tanda sari masalah keperawatan. Definisi karakteristik
- Actual : tanda dan gejala, resiko : mempunyai factor resiko.
Faktor yang berhubungan (E) : identifikasi factor –faktor yang mendukung masalah / respon. Factor penyebab atau pendukung
Proses Keperawatan: Pengkajian
A. PENGKAJIAN
Arti: pengumpulan data / informasi baik subyektif (dari klien) dan obyektif (hasil lab atau penelitian).
Tujuan : untuk menetukan diagnose keperawatan yang sesuai dengan kemampuan klien dan rencana yang efektif dalam perawatan.
Pengkajian sistematis:
a. Pengumpulan data ( komponen penting: data dasar riwayat perawatan dan pengkajian fisik)
b. Analisis data
c. Sistematika data
d. Penentuan masalah
Sumber data:
a. Klien
b. Keluarga / orang terdekat
c. Anggota tim perawatan kesehatan
d. Catatan medis
e. Catatan lain
f. Tinjauan literatur
g. Pengalaman perawat
Acuan data pengkajian bisa dari:
11 pola kesehatan fungsional (Gordon)
1. Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan
2. Nutrisi : pola metabolism
3. Pola eliminasi
4. Aktifitas : pola latihan
5. Tidur : pola istirahat
6. Kognitif : pola perceptual
7. Persepsi diri : pola konsep diri
8. Peran : pola berhubungan
9. Seksualitas : pola reproduktif
10. Koping: pola toleransi stress
11. Nilai : pola keyakinan
KDM (Maslow)
1. Kebutuhan dasar fisiologi
2. Kebutuhan dasar keamanan dan keselamatan
3. Kebutuhan dasar mencintai dan memiliki
4. Kebutuhan dasar harga diri
5. Kebutuhan dasar aktualisasi diri
Human Response Pattern (taksonomi Nanda 1)
1. Choosing (pilihan)
2. Communication (komunikasi)
3. Exchanging (pertukaran)
4. Feeling (perasaan)
5. Knowing (pengetahuan)
6. Moving (bergerak)
7. Perceiving (penafsiran)
8. Retating (berhubungan)
9. Valuing (nilai-nilai)
Metoda pengumpulan data:
a. Wawancara
b. Riwayat kesehatan perawatan
- Riwayat kesehatan masa lalu, riwayat keluarga, lingkungan, psikososial, dan spiritual.
c. Pengkajian fisik
- Urutan pemeriksaan : berat badan, tinggi, dan tanda vital ; persepsi klien dan tingkat kesehatan (survey umum) ; pemeriksaan system tubuh (objektif)
- Teknik :
Inspeksi : proses observasi; mendeteksi karakteristik / tanda fisik yang terlihat.
Palpasi : melalui indera peraba; ketahanan; kekenyalan; tekstur; mobilitas.
Perkusi : pengetukan tubuh dengan ujung2 jari; macam suara yang terdengar tympani, sonor, hipersonor, dll.
Auskultasi : mendengarkan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh.
Olfaksi : mengidentifikasi sifat dan sumber bau.
d. Data diagnostic laboratorium
Dokumentasi data
Setiap pengkajian harus selalu di dokementasikan, selain untuk bukti namun juga sebagai referensi dalam mengetahui perkembangan status kesehatan.
Arti: pengumpulan data / informasi baik subyektif (dari klien) dan obyektif (hasil lab atau penelitian).
Tujuan : untuk menetukan diagnose keperawatan yang sesuai dengan kemampuan klien dan rencana yang efektif dalam perawatan.
Pengkajian sistematis:
a. Pengumpulan data ( komponen penting: data dasar riwayat perawatan dan pengkajian fisik)
b. Analisis data
c. Sistematika data
d. Penentuan masalah
Sumber data:
a. Klien
b. Keluarga / orang terdekat
c. Anggota tim perawatan kesehatan
d. Catatan medis
e. Catatan lain
f. Tinjauan literatur
g. Pengalaman perawat
Acuan data pengkajian bisa dari:
11 pola kesehatan fungsional (Gordon)
1. Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan
2. Nutrisi : pola metabolism
3. Pola eliminasi
4. Aktifitas : pola latihan
5. Tidur : pola istirahat
6. Kognitif : pola perceptual
7. Persepsi diri : pola konsep diri
8. Peran : pola berhubungan
9. Seksualitas : pola reproduktif
10. Koping: pola toleransi stress
11. Nilai : pola keyakinan
KDM (Maslow)
1. Kebutuhan dasar fisiologi
2. Kebutuhan dasar keamanan dan keselamatan
3. Kebutuhan dasar mencintai dan memiliki
4. Kebutuhan dasar harga diri
5. Kebutuhan dasar aktualisasi diri
Human Response Pattern (taksonomi Nanda 1)
1. Choosing (pilihan)
2. Communication (komunikasi)
3. Exchanging (pertukaran)
4. Feeling (perasaan)
5. Knowing (pengetahuan)
6. Moving (bergerak)
7. Perceiving (penafsiran)
8. Retating (berhubungan)
9. Valuing (nilai-nilai)
Metoda pengumpulan data:
a. Wawancara
b. Riwayat kesehatan perawatan
- Riwayat kesehatan masa lalu, riwayat keluarga, lingkungan, psikososial, dan spiritual.
c. Pengkajian fisik
- Urutan pemeriksaan : berat badan, tinggi, dan tanda vital ; persepsi klien dan tingkat kesehatan (survey umum) ; pemeriksaan system tubuh (objektif)
- Teknik :
Inspeksi : proses observasi; mendeteksi karakteristik / tanda fisik yang terlihat.
Palpasi : melalui indera peraba; ketahanan; kekenyalan; tekstur; mobilitas.
Perkusi : pengetukan tubuh dengan ujung2 jari; macam suara yang terdengar tympani, sonor, hipersonor, dll.
Auskultasi : mendengarkan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh.
Olfaksi : mengidentifikasi sifat dan sumber bau.
d. Data diagnostic laboratorium
Dokumentasi data
Setiap pengkajian harus selalu di dokementasikan, selain untuk bukti namun juga sebagai referensi dalam mengetahui perkembangan status kesehatan.
Konsep SCL, Intregated Learning, dan Adult Learning
Active learning
1. Maria Montessory : my playing is my learning (belajar dengan / saat bermain)
2. Jerame Brunner : learning by discovery ( belajar dengan menemukan sesuatu)
3. Willian Killpatrick : whole hearted learning ( belajar dengan sepenuh hati)
4. Carl Roger : student center learning
5. The Havard Method : case based learning (belajar berbasis kasus)
6. David Kolb : experimental learning
Adult Learning Theory
1. Menggunakan pengetahuan, skill, dan sikap
2. Menggunakan pengalaman
3. Memecahkan masalah
4. Mengaplikasikan apa yang dipelajari pada situasi nyata
5. Memiliki pilihan
6. Mempunyai variasi dalam pola belajar
7. Melakukan yang terbaik pada saat ia merasa aman, diterima dan diharggai.
8. Menginginkan dan membutuhkan umpan balik
Student Center Learning (SCL)
SCL memiliki potensi untuk mendorong mahasiswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan yang berjalan. Irama mahasiswa tersebut perlu dipandu agar terus dinamis dan mempunyai tingkat kompetensi yang tinggi, yaitu dengan bantuan metode pendekatan perkuliahan Problem-Based Learning (PBL).
- Pembelajar mampu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan sebagi pembelajar sepanjang hayat melalui aktivitas:
. eksplorasi bidang yang diminati
. menggali pengetahuan serta mencapai kompetensi secara aktif, interaktif, mandiri dan tanggung jawab
. pembelajar bersiifat kolaboratif, kooperatif, dan konstektual
. belajar tidak hanya di dalam kelas.
Kerja Kelompok
Interaksi sosial yang positif dapat dibentuk melalui kerja berkelompok. Perasaan senasib sepenanggungan antara sesama teman dalam kelompok dan keunggulan dari belajar dalam peer dan cohort (teman seangkatan) adalah faktor positif yang akan dimanfaatkan yang ini sulit didapatkan dalam pembelajaran konvensional
Diskusi
Mahasiswa akan lebih mudah untuk menyerap dan memahami suatu hal atau fenomena yang dijelaskan oleh temannya dengan gaya bahasa dan pendekatan komunikasi dari mahasiswa lain pada usianya. Dari sisi mahasiswa yang menjelaskan, hal ini merupakan kesempatan untuk menggali, mengkomunikasikan dan menguji pengetahuan atau pemahaman yang telah didapatkannya walaupun hal itu didapat secara tidak langsung dari aktifitas saat berargumentasi dengan temannya yang mendapat kesulitan tersebut.
Mekanisme yang elegan dalam berdiskusi akan dikembangkan sehingga diskusi dan debat menjadi terarah, rapi, terdokumentasi, terjamin kesempatan menggunakan hak mengungkapkan pendapat, dalam suasana keilmuan dan jiwa kedewasaan
Presentasi
Pemahaman, konsep dan hasil pemikiran kreatif yang dimiliki dan merupakan potensi kemampuan akademis maupun potensi ekonomis akan kurang nilai kemanfaatannya jika tidak ditunjang dengan ketrampilan dalam berkomunikasi/presentasi dan pemanfaatan teknologinya.
Dalam proses pembelajaran, teknik presentasi yang baik sangat menunjang penyampaian informasi pengetahuan, baik dari sisi kecepatan maupun bobotnya. Untuk menyampaikan gagasan
kegiatan/pekerjaan, diperlukan teknik presentasi yang baik dalam rangka menunjukkan keunggulan proposal yang dibawakan. Penguasaan teknik presentasi yang baik dapat dilatihkan kepada para mahasiswa dengan cara learning by doing dalam proses student-centered learning.
Learning strategi : a continuum
# SCL tradisional:
Student center teacher center
Berbasis kasus penerimaan informasi
Integrasi disiplin
Orientasi komunitas orientasi kaku
Electives program standart
Systematic apprenticeship-based
1. Maria Montessory : my playing is my learning (belajar dengan / saat bermain)
2. Jerame Brunner : learning by discovery ( belajar dengan menemukan sesuatu)
3. Willian Killpatrick : whole hearted learning ( belajar dengan sepenuh hati)
4. Carl Roger : student center learning
5. The Havard Method : case based learning (belajar berbasis kasus)
6. David Kolb : experimental learning
Adult Learning Theory
1. Menggunakan pengetahuan, skill, dan sikap
2. Menggunakan pengalaman
3. Memecahkan masalah
4. Mengaplikasikan apa yang dipelajari pada situasi nyata
5. Memiliki pilihan
6. Mempunyai variasi dalam pola belajar
7. Melakukan yang terbaik pada saat ia merasa aman, diterima dan diharggai.
8. Menginginkan dan membutuhkan umpan balik
Student Center Learning (SCL)
SCL memiliki potensi untuk mendorong mahasiswa belajar lebih aktif, mandiri, sesuai dengan irama belajarnya masing-masing, sesuai dengan perkembangan yang berjalan. Irama mahasiswa tersebut perlu dipandu agar terus dinamis dan mempunyai tingkat kompetensi yang tinggi, yaitu dengan bantuan metode pendekatan perkuliahan Problem-Based Learning (PBL).
- Pembelajar mampu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan sebagi pembelajar sepanjang hayat melalui aktivitas:
. eksplorasi bidang yang diminati
. menggali pengetahuan serta mencapai kompetensi secara aktif, interaktif, mandiri dan tanggung jawab
. pembelajar bersiifat kolaboratif, kooperatif, dan konstektual
. belajar tidak hanya di dalam kelas.
Kerja Kelompok
Interaksi sosial yang positif dapat dibentuk melalui kerja berkelompok. Perasaan senasib sepenanggungan antara sesama teman dalam kelompok dan keunggulan dari belajar dalam peer dan cohort (teman seangkatan) adalah faktor positif yang akan dimanfaatkan yang ini sulit didapatkan dalam pembelajaran konvensional
Diskusi
Mahasiswa akan lebih mudah untuk menyerap dan memahami suatu hal atau fenomena yang dijelaskan oleh temannya dengan gaya bahasa dan pendekatan komunikasi dari mahasiswa lain pada usianya. Dari sisi mahasiswa yang menjelaskan, hal ini merupakan kesempatan untuk menggali, mengkomunikasikan dan menguji pengetahuan atau pemahaman yang telah didapatkannya walaupun hal itu didapat secara tidak langsung dari aktifitas saat berargumentasi dengan temannya yang mendapat kesulitan tersebut.
Mekanisme yang elegan dalam berdiskusi akan dikembangkan sehingga diskusi dan debat menjadi terarah, rapi, terdokumentasi, terjamin kesempatan menggunakan hak mengungkapkan pendapat, dalam suasana keilmuan dan jiwa kedewasaan
Presentasi
Pemahaman, konsep dan hasil pemikiran kreatif yang dimiliki dan merupakan potensi kemampuan akademis maupun potensi ekonomis akan kurang nilai kemanfaatannya jika tidak ditunjang dengan ketrampilan dalam berkomunikasi/presentasi dan pemanfaatan teknologinya.
Dalam proses pembelajaran, teknik presentasi yang baik sangat menunjang penyampaian informasi pengetahuan, baik dari sisi kecepatan maupun bobotnya. Untuk menyampaikan gagasan
kegiatan/pekerjaan, diperlukan teknik presentasi yang baik dalam rangka menunjukkan keunggulan proposal yang dibawakan. Penguasaan teknik presentasi yang baik dapat dilatihkan kepada para mahasiswa dengan cara learning by doing dalam proses student-centered learning.
Learning strategi : a continuum
# SCL tradisional:
Student center teacher center
Berbasis kasus penerimaan informasi
Integrasi disiplin
Orientasi komunitas orientasi kaku
Electives program standart
Systematic apprenticeship-based
Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan Dasar Manusia (KDM)
Arti: kebutuhan yang ada pada semua orang dan sangat penting untuk kesehatan dan bertahan hidup baik secara mandiri maupun memerlukan bantuan.
Jika tidak terpenuhi maka akan sakit.
Jika memenuhi kebutuhannya maka akan mampu mempertahankan status kesehatan.
Hirarki Maslow
Dengan model ini, Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada bagian bawah piramid, dan kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Mulai dari kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian berlanjut ke kebutuhan akan keamanana (safety), kebutuhan dicintai (Love/belonging), kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization).
1. Fisiologi
Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?
a. Oksigen : dibutuhkan dalam proses respirasi. Jika ada gangguan menyebabkan letargi, sianosis, bingung, pusing.
b. Cairan : jika ada gangguan menyebabkan diare, edema
c. Nutrisi : jika ada gangguan menyebabkan BB naik atau turun, fatig, pucat, gusi bengkak dll.
d. Eliminasi : pembuangan sisa metabollisme. Jika ada gangguan mennyebabkan konstipasi, inkontinensia dll.
e. Tempat tinggal/perlindungan
f. Istirahat
g. seksualitas
2. Keamanan dan Keselamatan
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.
a. Keamanan dan keselamatan fisik
b. Keamanan dan keselamatan psikologi
3. Mencintai dan memiliki
Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.
Perasaan dicintai dan dimiiliki oleh keluarga dan orang lain, memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Harga Diri
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.
Perasaan dihargai oleh orang lain, pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Aktualisasi diri
Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal
a. Mampu memecahkan masalah sendiri dan orang lain
b. Mau menerima sarab dari orang lain.
c. Menikmati privasi
Arti: kebutuhan yang ada pada semua orang dan sangat penting untuk kesehatan dan bertahan hidup baik secara mandiri maupun memerlukan bantuan.
Jika tidak terpenuhi maka akan sakit.
Jika memenuhi kebutuhannya maka akan mampu mempertahankan status kesehatan.
Hirarki Maslow
Dengan model ini, Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada bagian bawah piramid, dan kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Mulai dari kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian berlanjut ke kebutuhan akan keamanana (safety), kebutuhan dicintai (Love/belonging), kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization).
1. Fisiologi
Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?
a. Oksigen : dibutuhkan dalam proses respirasi. Jika ada gangguan menyebabkan letargi, sianosis, bingung, pusing.
b. Cairan : jika ada gangguan menyebabkan diare, edema
c. Nutrisi : jika ada gangguan menyebabkan BB naik atau turun, fatig, pucat, gusi bengkak dll.
d. Eliminasi : pembuangan sisa metabollisme. Jika ada gangguan mennyebabkan konstipasi, inkontinensia dll.
e. Tempat tinggal/perlindungan
f. Istirahat
g. seksualitas
2. Keamanan dan Keselamatan
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.
a. Keamanan dan keselamatan fisik
b. Keamanan dan keselamatan psikologi
3. Mencintai dan memiliki
Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.
Perasaan dicintai dan dimiiliki oleh keluarga dan orang lain, memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Harga Diri
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.
Perasaan dihargai oleh orang lain, pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Aktualisasi diri
Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal
a. Mampu memecahkan masalah sendiri dan orang lain
b. Mau menerima sarab dari orang lain.
c. Menikmati privasi
Subscribe to:
Posts (Atom)